Friday, August 27, 2021

DAWUH SEORANG IBU.......

Malam ini bertepatan lada tanggal 27 Agustus 2021 pukul 19.53 WIB. Dapat kiriman chatan diskusi seorang ibu terhadap anaknya, "Riid,,, engkok ben been kappi reah jet oreng ta' andi' apah... Tetti ta' usa takerjet apa se bedeh pas tade', karena jet desarrah tadhe'..... Sokkoreh bedena, pas lakonih apa se bisah e kalakoh... Detti ta' usa nyare sebbeb akibet dheri apa se la tebeh... ma ta' sajen rowet kabbi (Rid..... Kita ini keluarga yang tidak punya apa-apa (masuk golongan bawah secara ekonomi)..... Jadi tidak usah terkejut dengan apa yang kita punya tiba-tiba bukan milik kita, karna memang dasarnya kita adalah orang yang tidak punya apa-apa. Syukurin apa yang ada, kerjakan apa yang bisa kamu kerjakan. Jadi tidak usah mencari sebab semua yang terjadi terhadap keluarga kita agar tidak menjadi beban terhadap fikiran).
Sahabat bloger yang saya banggakan....
Mari kita berfikir, telaah bersama karna pesan di atas untuk anaknya akan tetapi secara isi dari pesan tersebut untuk kita sebagai seorang anak.
Sahabat bloger yang saya banggakan....

Poin yang pertama (Jangan sombong)
Adanya bayi yang baru lahir, menjadi pelajaran terhadap kita bahwa kita itu dilahirkan tidak membawa apa-apa selain jiwa dan raga kita. Lantas, buat apa kita harus berbangga diri terhadap jabatan yang kita punya, terhadap kemampuan (skill), bahkan terhadap harta yang kita miliki. Kalau sebenarnya semua itu adalah amanah yang perlu untuk kita jalankan karna amanah tuhan dan akan kita pertanggung jawabkan. Pertanggung jawaban terhadap manusia berbeda jauh dengan pertanggung jawaban kita terhadap Tuhan.

Poin yang kedua (Bersabar)
Poin kedua ini tidak terlalu banyak kita mengambil contoh, marilah kita contoh Nabi Muhammad SAW. Bagaimana nabi muhammad begitu bersabar menjalankan perjuangannya meskipun ujian dan rintangan silih berganti. Kesabaran beliau bukan berarti beliau lemah dan tak bertenaga.

Poin yang ke Tiga (Bersyukur)
Kondisi hari ini mengharuskan kita sadar bahwa rizki yang sebenarnya bukan hanya sebatas harta yang kita punya karna belum tentu rizki yang kita punya hari ini bukan berarti 100 persen adalah milik kita seutuhnya, karna bisa saja kita hanyalah perantara dari rizki orang lain.
Kesehatan, skill, dan segala yang membuat kita tersenyum saja itu adalah rizki kita.

Poin yang Empat (SKILL)
Salau satu Muballigh pernah menyampaikan "asahlah skillmu, karna itu yang akan menjadi perantara rizkimu".
Kebimbangan dan keraguan kita menentukan proses untuk mencapai tujuan hidup karna kita sendiri tidak bisa menemukan skill yang kita punya.
Skill kita bukannlah hadir dari gen apa kita di lahirkan, tapi skill kita bisa di asah dan dibentuk.

Sahabat Bloger yang saya banggakan...
Masukan dan kritikan kami harapkan.
Semoga bermanfaat.....
Jumat, 27 Agustus 2021
Meeting Permadani.

1 comment: